Cara Memandikan Jenazah

Cara Memandikan Jenazah

Cara Memandikan Jenazah

Hai sahabat blogger, gimana nih kabarnya, mudah-mudahan baik - baik saja, Alhamdulillah saya bisa posting kembali nih, kali ini saya akan posting tentang Cara Memandikan Jenazah.
Nah, langsung saja baca dibawah ini :


A. Persiapan

  • Menyediakan air yang suci dan mensucikan, secukupnya dan mempersiapkan perlengkapan mandi seperti handuk, sabun, wangi-wangian, kapur barus, dan lain-lain
  • Mengusahakan tempat untuk memandikan jenazah yang tertutup 
  • Menyediakan kain kafan secukupnya
  • Usahakanlah orang-orang yang akan memandikan jenazah itu adalah keluarga dekat jenazah atau orang-orang yang dapat menjaga rahasia. Jika jenazahnya lelaki maka yangmemandikan harus lelaki, demikian juga sebaliknya bila jenazahnya perempuan maka yang memandikanharus perempuan, kecuali suami kepada istrinya atau istri kepada suaminya. Dalam hal ini tidak ada kias seorang anak memandikan orang tuanya yang lainjenis.


B. Cara memandikan jenazah

  • Niat karena Allah SWT
  • Membalut jenazah dengan kain tebal (tidak transparan) untuk menutup aurat, lalu seluruh pakaian yang sebelumnya melekat di badannya dilepaskan. Artinya, jenazah dimandikan dalam keadaan terturup auratnya. Membersihkannya dengan merogohnya
  • Melepaskan perhiasan dan gigi palsunya bila memungkinkan
  • Membersihkan rongga mulutnya, kuku-kukunya dan seluruh tubuhnya dari kotoran dan najis
  • Memulai memandikan dengan membersihkan anggota wudlunya dengan mendahulukan yang kanan dan menyiramnya hingga rata tiga, lima, tujuh kali atau sesuai dengan kebutuhan
  • Pada waktu memandikan hendaknya dengan hati-hati, lembut, dan sopan
  • Pada bagian akhir siraman hendaklah dicampurkan dengan wangi-wangian, seperti kapur barus atau daun bidara
  • Mengeringkan badan jenazah dengan handuk dan berilah wangi-wangian. Bagi jenazah yang berambut panjang hendaklah dikepang rambutnya bila memungkinkan.

Selain itu ada beberapa catatan yang harus diperhatikan :

  • Orang yang gugur, syahid dalam peperangan membela agama Allah, cukup dimakamkan dengan pakaiannya yang melekat di tubuhnya (tanpa dimandikan, dikafani dan disholatkan)
  • Orang yang wafat dalam keadaan berihram dirawat seperti biasa tanpa diberi wewangian
  • Orang yang syahid selain dalam peperangan membela agama Allah seperti melahirkan, tenggelam, terbakar dirawat seperti biasa
  • Jenazah janin yang telah berusia 4 bulan dirawat seperti biasa
  • Apabila terdapat halangan untuk memandikan jenazah, maka cukup diganti dengan tayamum
  • Bagi orang yang memandikan jenazah disunnahkan untuk mandi.
Demikian tata cara memandikan jenazah dalam islam yang telah dituntunkan oleh Nabi Muhammad SAW, semoga kita mampu melaksanakan dengan benar dan mendatangkan rahmat bagi kita. amin

Nah, cuma itu yang bisa saya bagikan, SEMOGA BERMANFAAT.........



share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by THOIQUS SAMIH, Published at 16.17 and have 0 komentar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar